Tampilkan postingan dengan label rekreasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rekreasi. Tampilkan semua postingan

Berpergian Menggunakan Kapal Laut

Senin, 06 Juni 2011

KAPAL LAUT

Berpergian dengan kapal laut disaat sekarang mungkin sudah jarang menjadi alternatif bagi orang-orang karena sekarang orang-orang sudah lebih sering menggunakan pesawat untuk berpergian kemana-mana. Akan tetapi, tidak semua orang bisa berpergian dengan pesawat karena berbagai hal seperti takut naik pesawat atau waktu perjalanan yang terasa lebih cepat dari biasanya sehingga merasa tidak menikmati perjalanan.
Bagi saya pribadi, menggunakan kapal laut terasa lebih mengasyikkan karena kalau kita menggunakan kapal laut, sudah pasti akan transit di beberapa pelabuhan sebelum sampai di pelabuhan tujuan dan itu berarti saya bisa menjelajah berbagai kota dalam sekali perjalanan.
Melakukan perjalanan dengan kapal laut sangat cocok untuk anda yang berjiwa petualang. Nah, saya ingin berbagi tips kepada anda agar anda bisa melakukan perjalanan menggunakan kapal laut dengan aman, nyaman, dan mengasyikkan.

  1. Pilihlah waktu perjalanan anda di waktu yang tidak bertepatan dengan liburan umum dan sekolah karena sudah pasti penumpang akan lebih banyak dari biasanya.
  2. Siapkan budget untuk beberapa hal penting seperti uang jaminan kunci kamar (jika anda mengambil tiket kelas III, II, dan I), uang jajan selama berada di pelabuhan transit, dan uang jajan selama perjalanan.
  3. Usahakan membawa barang-barang seperlunya saja, lebih baik kalau anda menggunakan ransel yang agak besar untuk mempermudah anda karena jika anda membawa tas jinjing, akan merepotkan anda sendiri dalam membawa barang bawaan anda.
  4. Dalam menyusun barang bawaan anda di ransel, letakkan baju-baju yang akan anda pakai selama perjalanan dan alat-alat mandi anda di tumpukan paling atas untuk mempermudah anda mengambilnya.
  5. Siapkan satu tas pinggang kecil khusus untuk meletakkan tiket, dan uang cash seperlunya. Jangan pernah meletakkan dompet yang berisi kartu tanda pengenal, kartu ATM, dan benda-benda berharga lainnya di tas pinggang ini sebelum anda naik ke kapal dan sudah berada di kamar anda.
  6. Bawalah selalu tiket anda kemanapun anda pergi, karena tiket perjalanan anda akan selalu digunakan pada saat jam makan dan untuk free pas ketika transit dan untuk naik kembali ke kapal.
  7. Siapkan obat anti mabok untuk berjaga-jaga jika di tengah perjalanan anda harus merasakan kapal yang sedikit oleng karena pengaruh cuaca.
  8. Kenakan jaket atau sweater jika anda ingin jalan-jalan mengelilingi kapal pada malam hari.
  9. Pada saat transit, tanyakan kepada petugas kapal berapa lama kira-kira kapal transit dan waktu keberangkatan kembali karena waktu transit di setiap pelabuhan berbeda-beda. Anda tentunya tidak ingin ketinggalan kapal karena asyik jalan-jalan di kota transit bukan??
  10. Berinteraksilah dengan teman sekamar anda, menambah teman baru adalah hal yang sangat mengasyikkan bukan??

Sumber gambar : GOOGLE

    PULAU TERKECIL DI DUNIA TERNYATA ADA DI INDONESIA

    Selasa, 24 Mei 2011


    Indonesia ternyata memang banyak menyimpan hal-hal yang bisa dijadikan sebagai rekor dunia. Seperti Pulau Singkawang yang diakui dunia sebagai Pulau Terkecil di dunia.
    Pulau Simping Merupakan Aset Pemerintah Kota Singkawang yang terletak di Selatan Singkawang, Kalimantan Barat, pulau ini termasuk dalam kawasan wisata pantai Taman Pulau Sinka. Untuk Menjangkau Pulau Simping ini melalui Jalan darat yang mana jika dari kota Singkawang menuju Pantai Teluk Mak Jantu, atau Taman Pulau Sinka hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 Menit. Namun bila dari arah Pontianak membutuhkan waktu sekitar 3 Jam perjalanan menuju ke arah Kota Singkawang.


    Untuk sampai Ke Taman Pulau Sinka, harus melewati jalan yang sedikit berliku, maklum Taman Pulau Sinka adalah tempat wisata yang letak nya jauh dari Jalan Raya, yang mana tempat wisata ini di kelilingi oleh bukit - bukit yang menghijau, dan untuk memasuki kawasan wisata ini Anda di hari biasa hanya perlu mengeluarkan biaya 15 Ribu rupiah per orang. Jika udah membayar tiket masuk, pengunjung bisa berjalan - jalan di atas bukit yang menghadap kepantai serta dari lereng bukit yang jalan nya lumayan mulus bisa menyaksikan betapa kecil nya pulau Simping ini.


    Pulau Simping merupakan daratan yang tediri dari pasir dan bebatuan yang ditumbuhi beberapa pohon di atasnya dengan Luasnya kurang dari 1 km persegi, di pulau mini juga terdapat semacam klenteng kecil, tempat warga Tionghoa setempat bersembahyang. Pulau yang Mungil ini menawarkan keindahan pemandangan pantai, laut, dan perbukitan yang mengelilinginya. Untuk Memasuki Pulau Simping, para Pengunjung jangan Kuatir, karna terlah tersedia jembatan yang bewarna putih yang terbuat dari Beton yang menghubungkan antara Pantai Sinka Park dengan Pulau terkecil ini.
    Untuk Sampai Ke pulau Simping melalui Jembatan Putih ini tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 10 menitan begitu, dan apa bila telah sampai di Pulau simping, siap - siap lah berebut tempat yang agak adem, karna di Pulau ini hanya di tumbuhi beberapa Pohon saja dan yang paling banyak adalah batu bebatuan dan pasir saja.



    Selain Pulau simping yang berada di area Sinka Park ini, pengunjung bisa juga melirik ke Sinka Zoo atau jika ingin berenang, juga bisa memasuki kolam renang dengan Biaya 10 Ribu saja per orang, belum termasuk penyimpanan barang atau sewa baju untuk mandi 


    Sumber & Gambar : VIVANEWS

    Harta Karun Keindahan Pulau Ternate


    Pulau Ternate, pulau yang termasuk dalam wilayah propinsi Maluku Utara ini ternyata menyimpan sejuta keindahan didalamnya. Mulai dari keindahan alam, tempat bersejarah, sampai adat istiadatnya. Ternate masih memiliki banyak tempat-tempat wisata alam yang belum tersentuh tangan-tangan developer seperti yang sudah terjadi pada tempat-tempat wisata alam lainnya. Sangat rekomen untuk anda yang menyukai berwisata ke tempat-tempat yang belum terjamah dan masih menunjukkan keindahan alaminya.

    PULAU TERNATE

    Seperti yang terlihat, Pulau Ternate adalah pulau yang dikelilingi oleh perairan. Hal ini membuat Ternate sudah barang tentu memiliki banyak pantai untuk dikunjungi. Bisa anda bayangkan betapa asiknya jika bisa melihat sunset di pinggir pantai yang masih sangat alami. Bahkan beberapa lokasi pantai sangat rekomen untuk anda yang ingin membuat foto pre wedding dengan nuansa pantai yang berbeda dari yang lainnya. Ada beberapa pantai yang wajib dikunjungi apabila anda berkesempatan untuk mengunjungi Kota Ternate.

    Pantai Kastela.
    PANTAI KASTELA

    Pantai yang terletak di bagian selatan Kota Ternate ini memiliki area pantai dengan pasir yang cenderung berwarna putih. Pantai ini letaknya berdekatan dengan Benteng Gamlamo dan Monumen Sultan Khairun. Jadi anda dapat sekalian berwisata sejarah di tempat ini.

    Pantai Sulamadaha
    PANTAI SULAMADAHA

    Pantai Sulamadaha meski tak berpasir putih, namun memiliki pesona tersendiri. Pantai ini berhadapan langsung dengan Pulau Hiri yang memiliki bukit yang masih sangat hijau. Dari pantainya, Bukit Hiri terlihat jelas seperti muncul dari permukaan laut.
    Pulau Hiri, dulu menjadi tempat pengasingan Sultan Muhammad Djabir Syah (Ayah Sultan Ternate sekarang), yang sengaja diungsikan supaya tidak ditangkap oleh tentara Belanda.
    Anda bisa menyeberang ke Pulau Hiri dari Pantai Sulamadaha dengan menyewa perahu nelayan sekitar, dan saya sarankan anda sebaiknya meminta untuk tour guide anda yang fasih berbahasa ternate untuk melakukan nego harga agar anda bisa dapat harga murah. Sebaiknya berangkat pagi agar bisa balik ke pantai ini sore hari. Kalau berniat ingin mendaki bukitnya atau bermalam di pantai sulamadaha ini, sebaiknya mempersiapkan diri dengan perlengkapan dan perbekalan yang lebih memadai, seperti tenda, sepatu lapangan, makanan, dan sebagainya.

    TELUK SULAMADAHA

    Di sebelah kiri ke arah barat Pantai Sulamadaha, terdapat Teluk Sulamadaha yang berbentuk piramid. Pantai di Teluk Sulamadaha berpasir putih dan di dasar perairannya terdapat taman laut sehingga kita bisa melakukan aktivitas snorkel dan diving. Kalau ingin menyelam,pengunjung harus membawa peralatan sendiri. Sebab di sana belum ada rental penyewaan alat-alat snorkel dan diving. Pantai Sulamadaha cukup bersih. Ombaknya tidak terlalu besar. Di bagian kanan dan kiri pantai ini terdapat tebing karang kecil yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan besar. Kalau ingin mencari suasana yang sepi, sebaiknya datang ke Sulamadaha di luar akhir pekan atau libur Hari Raya. Bawa serta pakaian ganti, kalau ingin berenang di laut. Dan tak kalah penting, bawa kamera atau handycam untuk mengabadikan pesona Pantai Sulamadaha. Kendati berpasir hitam dan tidak berpanorama sunset, namun tetap saja banyak yang mengunjunginya. Pantai ini cukup populer di Ternate. Setiap hari ada saja warga Ternate dan sekitarnya yang berekreasi di sana, terlebih pada akhir pekan dan liburan Hari Raya. Biasanya yang datang keluarga beserta anak-anak dan tak sedikit pasangan muda-mudi.

    Danau Tolire
    DANAU TOLIRE

    Terdapat satu lagi tempat wisata alam yang sering dikunjungi dan bahkan paling dikenal dari Kota Ternate yaitu Danau Tolire. Danau Tolire yang berada di bawah kaki Gunung Gamalama ini menyimpan sebuah kisah sedih. Menurut legenda, Danau Tolire terbagi menjadi dua bagian, yakni Tolire besar dan Tolire kecil. Pecahnya danau tersebut dikarenakan kekhilafan seorang ayah kepada anak gadisnya. Sang ayah memerkosa anak gadisnya.
    Setelah tragedi memilukan tersebut, terjadi longsor dan danau meluap. Akibatnya, desa Takome tenggelam. Anehnya, setelah surut danau seolah terbagi menjadi dua bagian. Danau Tolire besar diperkirakan sebagai wujud dari sang ayah. Sementara itu, Danau Tolire kecil adalah wujud sang anak.
    Jarak dari Danau Tolire besar dan Danau Tolire kecil hanya 200 meter. Danau Tolire kecil berada dekat tepi pantai. Airnya payau, karena jaraknya dekat dengan laut, yakni sekitar 50 meter. Bila mengunjungi Danau Tolire besar, otomatis harus melewati Danau Tolire kecil.
    Sayangnya, keindahan Danau Tolire besar lebih menggiurkan ketimbang Danau Tolire kecil. Kebanyakan wisatawan dan warga memilih Danau Tolire besar sebagai tempat wisata. Danau Tolire besar menyerupai loyang raksasa, dengan luas sekitar lima hektar dan kedalaman 50 meter. Keunikan lainnya adalah air Danau Tolire besar berwana hijau saat musim panas dan coklat pada waktu hujan.
    DANAU TOLIRE DILIHAT DARI UDARA

    Selain menyimpan cerita memilukan, Danau Tolire besar juga memiliki kekuatan gaib. Masyarakat setempat percaya terdapat buaya siluman yang melindungi danau. Terlebih lagi, pada zaman dulu Danau Tolire besar merupakan tempat penyimpanan harta Sultan Ternate. Harta disembunyikan di dasar Danau Tolire besar, sehingga aman dari incaran Portugis pada abad ke-15.
    Kekuatan gaib Danau Tolire besar bisa dibuktikan dengan cara melempar batu ke danau. Dipastikan, batu tidak akan pernah menyentuh permukaan air danau. Batu yang dilempar seperti hilang sebelum sampai ke permukaan danau. Pengunjung bisa membeli batu yang sengaja disediakan oleh warga. .
    Seusai menikmati keindahan danau dan mencoba lempar batu, pengunjung bisa beristirahat sejenak di bawah pepohonan besar. Istirahat di bawah pohon rindang akan bertambah nikmat bila ditemani jagung rebus manis dan teh hangat. Makanan dan minuman bisa dibeli di warung-warung kecil yang ada di sekitar Danau Tolire besar.

    Demikianlah tempat-tempat wisata alam yang ada di Kota Ternate yang bisa saya rekomendasikan kepada anda. Sebenarnya masih banyak tempat-tempat wisata, makanan, dan adat istiadat serta kebudayaan dari Kota Ternate ini yang ingin saya bagikan kepada anda. Lain waktu pasti saya bagikan lagi. Satu yang bisa saya bagikan lagi kepada anda yakni pesan khusus yang saya dengar langsung dari Bang Iwan Fals ketika dia konser di Kota Ternate, “Kota ini punya banyak harta karun alam, tolong dijaga jangan sampai hilang harta karunnya, sangat indah!”

    Sumber:
    http://indotimnet.wordpress.com/danau-tolire
    http://sadaapbgt.blogspot.com
    http://putrataranoate.wordpress.com
    http://alamnusantarapermai.blogspot.com

    Menentukan Frekuensi Liburan Kita Sendiri

    Senin, 23 Mei 2011


    Setiap orang sudah barang tentu butuh liburan untuk merefresh otak yang sehari-harinya harus berkutat dengan pekerjaan kantor, tugas kuliah, pr dari guru, dan segala aktifitas lain. Setiap orang pun memiliki frekuensi berbeda untuk keperluan liburan setiap tahunnya.
    Ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan rencana liburan, dan mungkin berbeda-beda bagi setiap orang:

    Cuti
    Setiap karyawan memiliki jatah cuti tahunan yang berbeda-beda. Saya dan suami cukup beruntung karena kami memiliki cuti lebih dari 24 hari setahun di samping liburan nasional dan beberapa libur tambahan lainnya. Sementara itu, kawan lain yang memiliki usaha sendiri lebih fleksibel dalam merencanakan liburan.

    Tetapi mereka yang berprofesi sebagai pegawai negeri hanya punya 12 hari cuti selama setahun, itu pun masih dipotong cuti bersama. Dan kemungkinan besar sebagian cuti itu akan dipakai untuk mudik saat Hari Raya.

    Oleh karena itu manfaatkanlah akhir pekan dan tanggal merah. Anda bisa saja berlibur ke luar negeri, misalnya ke Malaysia, Singapura, atau Thailand tanpa mengambil cuti. Saat ini sudah banyak penerbangan yang menawarkan rute langsung sehingga Anda dapat menghemat waktu.

    Ambillah penerbangan Jumat malam untuk berangkat dan Minggu malam atau Senin pagi untuk kembali. Konsekuensinya adalah Anda harus berangkat ke bandara langsung dari kantor, dan ketika kembali pun harus langsung ke kantor. Tapi sepenglihatan saya, sekarang banyak karyawan yang tidak sungkan-sungkan untuk  melakukan hal itu. Mereka menyimpan baju dan sepatu kantoran di laci meja dan membawa ransel ke kantor. 

    Memanfaatkan hari “terjepit” juga harus dilakukan untuk membuat liburan Anda menjadi maksimal. Konsekuensi dari ini adalah, Anda mendapat tiket yang lebih mahal. Karena itu, lebih baik rencanakan liburan Anda jauh-jauh  hari sebelumnya sehingga masih bisa mendapatkan tiket murah.

    Dana
    Di Indonesia, budaya berlibur sudah mulai merakyat, walau belum seperti di Barat. Dapat dimengerti bahwa masih banyak yang lebih mementingkan kebutuhan lain daripada liburan. Anggaran untuk berlibur pun berbeda-beda. Tentu hal ini juga mempertimbangkan pendapatan dan pengeluaran bulanan.

    Saran saya adalah dengan menyisihkan uang tiap bulan. Banyak yang sudah mempraktekkan tabungan rencana, yaitu menabung dalam jumlah yang sama setiap bulan dan diambil dalam jangka waktu tertentu, misalnya setelah 6 bulan atau 12 bulan. Dan dana ini memang khusus diperuntukkan untuk berlibur, bukan keperluan lainnya.

    Ada orang yang memilih untuk sering berlibur murah (backpacking) sehingga menghemat biaya. Sementara itu, ada yang lebih memilih berlibur sekali dalam setahun namun selalu memilih penerbangan dan akomodasi yang terbaik. Itu semua terserah.

    Bila dana Anda belum mencukupi untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh atau ke luar negeri, jangan khawatir: banyak tempat wisata yang di sekitar Anda yang tidak kalah indahnya. Gunakan Internet atau rekomendasi dari teman untuk mencari tempat liburan yang sesuai dengan dana. 

    Kiat lain adalah mencari tiket promosi sehingga dana liburan bisa sangat dihemat. Hal ini bisa dilakukan bila Anda memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, biasanya antara enam bulan hingga satu tahun sebelum tanggal keberangkatan. Sebelum memesan tiket, pastikan rencana liburan tersebut tidak berbarengan dengan acara lain yang lebih penting karena  tiket promosi tidak dapat diuangkan kembali.

    Anak
    Bila Anda sudah memiliki anak, tentu ada hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih waktu dan tujuan liburan. Jika anak Anda masih kecil, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan tempat liburan yang tidak terlalu jauh dan ekstrem. Sementara itu bila anak Anda sudah bersekolah, Anda juga harus menyesuaikan rencana liburan dengan jadwal liburan sekolah. Meski konsekuensinya biaya membengkak, Anda tidak ingin anak Anda bolos sekolah, bukan?

    Bila menyesuaikan dengan liburan sekolah mungkin Anda hanya dapat berlibur 1-2 kali dalam waktu setahun. Namun jangan khawatir, bila itu masih kurang, Anda bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk melarikan diri dari kejenuhan pekerjaan. Pilihlah tempat yang segar, bebas polusi, dan juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

    Hobi
    Beberapa kawan melontarkan, liburan adalah hobi mereka. Biasanya acara jalan-jalan ini juga berkaitan dengan hobi lain, misalnya menyelam, fotografi, atau berbelanja! Orang-orang yang seperti ini akan cenderung berlibur lebih sering daripada mereka yang mungkin memiliki hobi lain. Anggaran dana pun pasti akan lebih besar.

    Akhirnya, jangan lupakan bahwa inti liburan adalah untuk melepaskan diri dari kejemuan rutinitas sehari-hari. Jadi entah di dalam ataupun luar negeri, nikmati saja!

    Sumber : Yahoo Travel

    Akhir Minggu di Kota Tua Jakarta Part I

    Museum Fatahillah, Jakarta

    Akhir minggu kemarin, saya diajak teman saya untuk hunting foto di kawasan Kota Tua, Jakarta. Lebih tepatnya di Museum Fatahillah. Tanpa ragu-ragu saya mengiyakan ajakan teman saya itu. Kesempatan bagus untuk melatih skill fotografi saya karena disana sudah pasti banyak objek-objek foto. Bahkan teriknya matahari pun tidak menyurutkan semangat saya untuk hunting foto di sini.
    Benar saja, baru saja sampai di lokasi, saya sudah mendapatkan objek foto yakni segerombolan anak-anak SMP yang sedang bernarsis-narsis ria di depan Museum Fatahillah. Tingkah mereka sangat lucu, sepertinya semua anak tidak mau ketinggalan untuk bisa ambil bagian dari foto. Saya dan teman saya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anak-anak jaman sekarang yang tingkat kenarsisannya sangat-sangat tinggi. Ada saja pose yang mereka perlihatkan. :)

    Kenarsisan Yang Mengundang Tawa
     
    Rupanya untuk masuk ke dalam Museum harus mengantri dulu membeli tiket seharga Rp. 2000,- untuk umum dan Rp. 1000,- untuk pelajar. Karena antrian pada saat itu masih sangat panjang dan masih dipenuhi anak-anak kecil dan remaja-remaja, maka saya dan kawan saya memutuskan untuk berputar-putar hunting gambar di luar museum dulu. Mata saya tertuju pada sepeda ontel di sebelah saya. bereksperimen lah saya dengan Canon EOS 400D saya dengan sepeda ontel ini sebagai objek dan inilah salahsatu hasilnya.

    Sepeda Ontel
     
    Kemudian lensa saya terarah kepada sepasang pemuda-pemudi yang sedang menjadi model foto temannya. Saya pun tak mau melewatkan kesempatan. Setelah memberi senyum kepada si fotografer sebagai permintaan izin untuk ikut memotret, saya pun langsung memotret. Kostum yang dipakai oleh mereka menurut saya benar-benar oldiest style. Mengingatkan saya pada pelajar jaman penjajahan Belanda karena cowoknya memakai setelan seragam jaman itu. Hmmm, lebih rapihan pelajar jaman dulu yah daripada sekarang. Kalau pelajar jaman sekarang bisa serapih itu, pasti akan lebih enak dilihat.


    Objek Foto Dadakan Saya
     
    Dari situ saya berkeliling lagi mencari objek foto. Dan saya melihat ada kerumunan orang sedang menonton suatu pertunjukan. Untuk mengetahui pertunjukan apa yang sedang mereka tonton, saya pun mendekat, dan ternyata mereka sedang menonton Kuda Lumping. Saya terkesima sejenak karena pertunjukan Kuda Lumping sudah sangat jarang terlihat. Sayangnya saya kebagian akhir-akhir pertunjukan hingga hanya sedikit foto yang bisa saya ambil, salah satunya foto dibawah ini ketika sang pawing kuda lumping sedang berusaha mengeluarkan makhluk gaib yang sedang merasuki pemain kuda lumping tersebut.

    Kuda Lumping-Kesenian Tradisional Yang Hampir Punah
     
    Akhirnya antrian itu pun berkurang dan kamipun memutuskan untuk segera masuk ke museum. Tapi sebelum masuk mata saya terpaku pada papan bercat orange yang bertuliskan “DISEWAKAN RP. 10RIBU ½ JAM SEPEDA ONTEL UNTUK FOTO2 PRA WEDING, KELILING KOTA TUA DLL”. Waduh, termasuk mahal untuk ukuran sewa sepeda ontel. Kalo dipatok harga 10ribu per jam mungkin mungkin masih masuk akal, tapi 10ribu per setengah jam? Sepertinya lama-lama pengusaha sewa sepeda ontel ini akan bangkrut karena ternyata kompetitornya ada yang menyewakan 7500 rupiah per jam.

    10ribu untuk 1/2 Jam
     
    Akhirnya masuk juga kami ke dalam museum yang didirikan sejak tahun 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen ini. Gedung ini berfungsi sebagai Gedung Balai Kota. Menurut catatan sejarah, gedung ini awalnya hanya bertingkat satu. Setelah itu gedung ini terus menerus mengalami perbaikan hingga mencapai bentuknya seperti yang sekarang ini. Bahkan saat kami berkunjung kesana pun, sedang dilakukan pemugaran disana sini. Fasilitas yang terdapat di dalam museum ini adalah Perpustakaan, Kafe Museum, Toko Souvenir, Musholla, Ruang Pertemuan dan Pameran, dan Taman Dalam yang dapat dijadikan Tempat Resepsi Pernikahan.
    Baru pertama masuk, saya langsung tertarik pada patung peraga yang memperagakan saat Pengeksekusian Narapidana. Rupanya dulu hukuman gantung menjadi bentuk hukuman yang paling sering dilakukan pemerintah Belanda.
    Patung Peraga Hukum Gantung Pemerintah Belanda


    Memasuki lebih dalam lagi museum ini, terdapat banyak alat-alat transportasi yang dulu menjadi alat transportasi utama masyarakat. Seperti becak dan andong. Saya mengalami kesulitan mengambil gambar andongnya karena saat itu sedang ada kelompok pelajar SD yang sangat ramai sedang mengelilingi andong tersebut sambil mendengar penjelasan dari gurunya. Hanya gambar becak ini saja yang bisa saya bagi kepada anda. Sementara saya mengambil gambar ini,  saya jadi berfikir apa jadinya kalau tidak ada mobil, motor, dan segala macam jenis alat transportasi dalam kota yang canggih lainnya. Mungkin orang akan bisa lebih menghargai waktu lagi mengingat waktu tempuh untuk sampai ke tempat tujuan sudah pasti akan sangat lama.

    Becak Jaman Dahulu Kala

    Kemudian kami memasuki satu ruangan dimana terdapat banyak benda-benda peninggalan bersejarah yang berupa guci, tembikar, dll.






    Setelah merasa cukup mengambil gambar, kamipun memutuskan untuk keluar dari museum ini dan duduk di tamannya. Sirkulasi udara didalam museum sepertinya perlu diperbaiki lagi karena masih terasa pengapnya dan terasa begitu panas. Yang menarik perhatian saya di taman ini adalah patungnya. Entah kenapa, saya senang melihat patung ini.

    Nah, setelah itu kami memutuskan untuk berpindah lokasi ke Museum Wayang yang masih berada satu lokasi dengan Museum Fatahillah ini. Tapi cerita saya mengenai hunting foto saya di Museum Wayang akan saya lanjutkan di posting berikutnya. ^_^