Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportasi. Tampilkan semua postingan

Berwisata dengan Seoul City Tour Bus

Kamis, 27 Desember 2012






Hendak berlibur ke Korea? Pastikan jangan lewatkan untuk mampir ke Seoul yang notabennya kawasan ini selain ibu kota Korea Selatan, disamping itu menjadi kawasan favorit orang Indonesia untuk berwisata. Tiba di Seoul jangan lupa untuk memanfaatkan Seoul City Tour Bus untuk mengelilingi kawasan di Seoul dalam satu kali perjalanan. Seoul City Tour adalah tur hop-on, hop-off bus yang nyaman yang hits semua tempat wisata utama di Seoul. Dengan satu tiket, Anda dapat melihat pasar seperti Pasar Dongdaemun, distrik perbelanjaan seperti Myeongdong, istana kuno seperti Gyeongbokgung (Istana) dan landmark utama seperti N Seoul Tower.
Adapun Jenis Bus yang  tersedia ada dua yakni single-decker bus dan double-decker bus. Setiap bus tersedia kursi duduk denganpanduan audio setiap individu pada setiap kursi. Biasanya, Panduan audio tersedia dalam beberapa bahasa yang berbeda, termasuk Korea, Jepang, Inggris, dan Cina dan memberikan informasi rinci tentang setiap berhenti pada rute.



Tentunya dengan Seoul City Tour Bus ini kita bisa mengelilingi lokasi wisata favorit yang ada di Seoul, sekiranya ada empat wisata yang tersedia yakni Tour Sirkulasi City, Cheonggyecheon (Streaming) / Istana Tour dan  dua Tours Malam.

1.Tour  Sirkulasi City (Single-Decker Bus
Tur ini berhenti di semua tempat wisata utama di pusat kota Seoul. Durasi waktu : 2 jam. Biaya: Dewasa 10.000 / Anak 8000
Jam: 09:00-21:00 (bus terakhir berangkat pukul 7 malam, 30-min interval)
Route: Gwanghwamun → Deoksugung (Istana) → Namdaemun Market Seoul → Station → USO → Yongsan Station → National Museum of Korea → War Memorial of Korea Army → Yongsan Basis → Itaewon → Crown Hotel → Myeongdong → Namsangol Hanok Village → Grand Ambassador Hotel → National Theater of Korea → N Seoul Tower → Hyatt Hotel Shilla Hotel → → Dongdaemun Market → Daehangno → Changgyeonggung (Istana) → Changdeokgung (Istana) → Insadong → Cheongwadae (Blue House) → The Folk Museum Nasional Korea → Gyeongbokgung (Istana) → Gwanghwamun.

2. Cheonggyecheon (Streaming) ·  Palaces Tour kuno (Double Decker Bus-)
Tur iniberhenti di sepanjang Cheonggyecheon, panjang buatan sekitar 11 km manusia sungai yang mengalir melalui pusat kota Seoul dan di masing-masing dari Lima Istana Ulasan Grand dibangun selama Dinasti Joseon.
Durasi: 1,5 jam Biaya: Dewasa 12.000 / Anak 8000
Jam: 09:00-6:00 (ada bus pukul 2 siang, 1-jam interval)
Off-Season Jam: 10:00-5:00 (Mar, Juni, September, November)
Route: Gwanghwamun → Deoksugung (Istana) → Cheonggye Plaza → Cheonggyecheon Museum → Seoul Folk Flea Market → Daehangno → Changgyeonggung (Istana) → Changdeokgung (Istana) → → Insadong Seoul Museum of History Museum → Pertanian Korea → Gwanghwamun.

3. Malam Tour 1 (Single-Decker Bus)
Tours malam yang sempurna bagi mereka yang menikmati pemandangan malam hari romantis kota Seoul.Bus iIni non-stop wisata juga menawarkan pemandangan Hangang (River) di malam hari dan tersedia di kedua tunggal-Decker dan Double-Decker.
Durasi: 1,5 jam
Biaya: Dewasa 5.000 / Anak 3000
Jam: 8 malam (Hanya satu run)
Rute: Gwanghwamun → Deoksugung (Istana) → Majelis Nasional → Seogangdaegyo (Bridge) → Seongsudaegyo (Bridge) → Hannamdaegyo (Bridge) → N Seoul Tower (20 menit berhenti) → Namsan Public Library → Namdaemun Market → Cheonggye Plaza → Gwanghwamun.

4. Malam Tour 2 (Double Decker Bus-)
Durasi: 1,5 jam
Biaya: Dewasa 10.000 / Anak 6000
Jam: 8 malam (Hanya satu perjalanan)
Rute: Gwanghwamun → Seosomun → Mapodaegyo (Bridge) → Seogangdaegyo (Bridge) → Hannamdaegyo (Bridge) → Olimpiade daegyo (Bridge) → Banpo Hangang Park → Dongjakdaegyo (Bridge) → Seongsudaegyo (Bridge) → Olimpiade daegyo (Bridge) → Hannamdaegyo (Bridge) → Namsan Public Library → Namdaemun Market → Cheonggye Plaza → Gwanghwamun.

Lokasi pemberhentian bus



Bus berangkat dari halte bus  Gwanghwamun berhenti terletak di depan Donghwa Duty Shop Gratis, tapi penumpang bisa mendapatkan on / off bus di salah satu dari bus berhenti pada rute yang tersedia.

Pembelian Tiket

Tiket untuk Bus Kota Seoul Tour dapat dibeli di Booth Ticket Gwanghwamun atau di papan bus dari sopir.
Anak di bawah usia 5 tahun dapat naik bus gratis (1 anak untuk setiap orang dewasa 1)
10% diskon untuk  10 orang atau lebih
5% diskon dengan T-money card
Kartu kredit hanya dapat digunakan di Booth Tiket Gwanghwamun
Tidak termasuk biaya masuk ke tempat-tempat wisata.

On dan Off Bus
Waktu Boarding dimulai 15 - 20 menit sebelum keberangkatan. Tidak ada kursi yang ditunjuk, penumpang yang duduk di dasar pertama datang, pertama-dilayani. Masuk terakhir untuk atraksi turis adalah sekitar 4 sore, sehingga sangat dianjurkan bahwa pengunjung mengambil keuntungan dari awal berjalan bus. Harap dicatat bahwa selama jam sibuk kursi tidak selalu dijamin kosong.

Liburan Operasi Bus
Bus tidak beroperasi pada hari Senin kecuali hari Senin jatuh pada hari libur, dalam hal ini bus beroperasi sesuai jadwal. Bus beroperasi setiap hari selama puncak musim panas (dari bulan Juli hingga pertengahan Agustus).
Berkeliling Korea bisa juga anda nikmati dengan keluarga, nah sekedar informasi tambahan saja untuk anda yang hendak berlibur ke Korea, tak ada  salahnya untuk melihat referensi tempat wisata Korea lainnya di Fanpage Korea Tourism Organization Indonesia atau di fanbase @KTO Jakarta.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Situs web: http://en.seoulcitybus.com/ (English)

Jika Artis Korea Naik Subway

Senin, 17 Desember 2012



Subway & Commuterline

Subway adalah salah satu transportasi kereta bawah tanah di Korea selatan yang memiliki kecepatan melebihi commuterline Jabodetabek buat saya, hehe. Coba saja jika anda mampir ke korea jangan sungkan untuk mencoba menaiki salah satu transportasi yang satu ini. Menurut berita dari fanpage Korea Tourism Organization Indonesia  Subway adalah salah satu alat transportasi terbaik dan tecepat di Korea Selatan sehingga banyak orang  yang menggunakan transportasi ini. artis Korea Selatan yang gemar naik subway. 

Apa? Artis Korea banyak yang naik Subway… hmmmm rasanya senang ya, jika kita naik transportasi umum lantas ketemu dengan artia-artis yang tidak sungkan untuk naik transportsi umum.  Subway memiliki rute  perjalanan yang bisa digunakan oleh penumpang sebagai transportasi cepat meskipun harga tiketnyapun tebilang tidak murah.

 Gambar diambil dari Fanpage Korea Torism Organiation Indonesia

Menurut kabar, salah satu artis yang pernah tertangkap naik Subway adalah Won Bin, ang Hyuk, Moon Geun Young, Eric Na, Kim Young Kwang, personel Epic High Tukutz, dll.Coba ya dibayangkan jika kita naik kereta api atau paling tidak di dalam Commuterline kita bisa melihat artis-artis dan para pejabat  dalam negeri yang mau menumpangi commuterline, pasti bisa menjadi hal yang menyenangkan selama perjalanan atau paling tidak bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. 

Tapi sayang saat ini  hal tersebut belum bisa sama seperti artis Korea Selatan yang tidak sungkan menjajal transportasi Subway  sebagai transportasi cepat dan praktis untuk di tumpangi.  Semoga next time artis-artis Indonesia bisa mencotoh artis-artis korea yang tidak malu dan sungkan untuk menggunakan transportasi subway  bagi Korea selatan dan Commuter line Jabodetabek untuk Artis-artis Indonesia. 

Nah jika anda ingin berpariwisata ke Korea Selatan jangan lupa untuk menjajal transportasi Subway ini, Anda tinggal memilih rute perjalanan yang sudah tersedia untuk menuju lokasi perjalanan yang anda tuju. So,selamat menikmati perjalanan dengan menggunakan subway, dan jangan lupa sharring pengalamannya.




Sepeda, Transportasi Hemat Tanpa Biaya

Rabu, 28 November 2012





Salah satu cara menangani kemacetan di Jakarta ialah dengan  membatasi penggunaan kendraan bermotor dan mobil pribadi. Keadaan ini tidak akan terselesaikan oleh pemerintah jika masyarakat Indonesia tidak dibatasi dalam penggunaan kendaraan pribadi. Itu baru bicara soal kemacetan saja, namun jika kita bicara soal kesehatan jelas polusi asap yang terjadi juga membuat kondisi kesehatan masyarakat menjadi buruk. Saatnya back nature dengan menggunakan kendaraan hemat beroda dua yakni sepeda. 



Sepeda bisa dibilang hemat karena jelas dalam penggunaannya tak sama sekali menggunakan bensin, hanya tenaga manusia  saja yang dipakai.  Belum lagi sepeda juga bisa meyehatkan semua pihak karena tidak menimbukkan asap kendaraan. Tapi sayangnya di Jakarta belum ada jalanan khusus untuk pengendara sepeda, jadi bagi orang-orang mungkin menggunakan sepeda ke Jakarta untuk Work by bike terbilang masih menakutkan. Karena pengendara sepeda harus berhadapan langsung  dengan liarnya jalanan ibu kota. 

Padahal selain menghemat, menggunakan sepeda untuk transportasi terbilang amat sangat menyehatkan untuk tubuh kita. Tapi sangat disayangkan rasanya jika kita hanya bisa bersepeda bebas  di hari car free day saja. Kesadaran  untuk menggunakan sepeda terbilang masih jauh, karena kebanyakan masyarakat Jakarta jauh lebih memilih kendaraan pribadi masing-masing dibandingkan dengan menggunkan sepeda. 

Namun tidak sedikit para sepeda community yang selalu menggunakan sepeda terutama untuk work by  bike. Mereka ini yang selalu setia menggunakan sepeda. Seharusnya kita bisa meniru mreka-mereka ini yang tetap konsisten menggunakan transportasi hemat dan sehat ini ^^. Pertanyaannya akankah next di jalanan Ibu Kota tersedia untuk pengguna sepeda, semoga saja a Pak Jokowi  bisa merealisasikannya dalam waktu dekat. :-) 

Sumber gambar : 



Salah Motor, Mobil Pribadi atau Kendaraan Umum?

Minggu, 28 Oktober 2012




Jalanan ibu kota setiap hari semakin membuat pala kami pusing saja, keruwetannya disejumlah titik semakin tak teratasi dengan baik. Uniknya yang sering saya perhatikan ialah kondisi ketiga kendaraan yang membuat jalanan Jakarta semakin semerawut dan tak tertata dengan baik. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat dari tahun-ketahun menyulap jalanan ibu kota semakin padat merayap,alhasil jarak tempuh dengan loksi kerja kadang memakan waktu yang cukup menjemukan ketika setiap hari kita harus dihadapkan dengan kemacetan.

Padatnya Kendaraan Bermotor 



Kendaraan beroda dua mungkin menjadi primadona saat ini di Jakarata, setiap harinya produksi motor bisa dibilang maju pesat dan alhasil jalanan ibu kota menjadi penuh sesak. Jumlah kecelakaan yang terjadi bagi pengguna sepeda motor juga terbilang tidaklah sedikit, hal ini pula yang menjadi perhatian pemerintah khususnya dalam mennggulangi jumlah pengguna sepeda motor. Berkat bodinya yang ramping motor juga bisa mayalip beberapa kendaraan besar seperti mobil dan bus dengan seenaknya. Jumlah kendaraan bermotor justru dirasakan semakin menambah kemacetan disejumah titik ibu kota. Meski pajak motor sudah dinaikan, namun tetap saja kendaraan ini tetap menjadi primadona. Nah loh… kalau sudah begini siapa yang disalahkan?.

Mobil Pribadi 


Coba kita bandingkan bagaiamana transportasi negara Indonesia dengan negara Jepang. Masih jauh sekali sama. Di Jepang mobil pribadi dibatasi dan kesadaran orang untuk menggunakan transportasi umum sangatlah tinggi. Kalau di Indonesia khususnya di Ibu kota jumlah pengguna kendaraan mobil pribadi jumlahnya pun tak kalah banyak dengan jumlah pengendara motor. Jika semua orang kaya menggunakan mobil, nah loh semakin banyak orang kaya semakin sumpek saja jalanan Jakarta, kalo sudah begini siapa yang disalahkan?. 

Kendaraan Umum 

Peminat kendaraan umum juga cukup diminati karena murah meriah. Meski murah meriah kendaraan ini cukup membuat jalanan Jakarta macet. Sebagai contoh kita bisa melihat bus umum atau metr yang beroperasi, kerapkali sopir yang melanggar lalu lintas sering ditemui dijalanan ibu kota, berhenti seenaknya dan melaju kencang tanpa melihat kanan kiri jalan. Kalo sudah begini mau bagaimana lagi,kita sebagai penumpang hanya  bisa pasrah asalkan tetap selamat sampai tujuan. Nah loh, kalo sudah begini siapa yang disalahkan?.
Lucu ya, Jakarta memang terasa ada yang kurang jika tidak macet. Kemacetan mungkin sudah  menjadi trade mark Jakarta yang masih melekat. Nah, ketiga kendaraan diatas seringkali membuat kita kesal atau dongkol dijalanan karena ulahnya. Kalau begini siapa yang disalahkan?. Entahlah, yang jelas untuk membangun situasi jalan ibu kota yang aman dan kondusif perlu adanya kesadaran masing-masing individu di di dalamnya. ^^ 

Sumber Gambar diambil dari: 
http://www.lensaindonesia.com/
http://www.pdk.or.id/
http://foto.news.viva.co.id/