Cerita Sakral Di Balik Mahkota Kesultanan Ternate dan Penjaga Kesultanan Ternate.

Senin, 06 Juni 2011


KESULTANAN TERNATE
MAHKOTA BERAMBUT YANG TUMBUH

KESULTANAN TERNATE
MAHKOTA BERAMBUT YANG TUMBUH
Setiap kesultanan pasti punya mahkota. Namun ada yang unik dari mahkota Kesultanan Ternate ini, yaitu rambutnya yang bisa tumbuh setiap tahunnya. Mahkota ini mempunyai nilai sakral bagi masyarakat kota Ternate. Berdasarkan kepercayaan dan aturan adat Kesultanan Ternate, setiap malam Idul Adha dilakukan upacara potong rambut. Upacara adat ini dilaksanakan selama tujuh hari.
Mahkota ini juga digunakan untuk memilih calon Sultan Ternate berikutnya. Bagaimanakah cara mahkota tersebut memilih calon Sultan Ternate yang berikutnya? Menurut cerita para tetua adat di Ternate, mahkota ini akan bisa melekat dengan pas diatas kepala calon Sultan Ternate berikutnya dimana yang bisa mencoba mahkota ini hanya anak lelaki keturunan langsung Sultan Ternate.
Mahkota ini disimpan di kamar Puji yang disakralkan oleh penghuni keratin dimana tidak sembarang orang bisa masuk kamar tersebut. Bahkan Sultan dan Permaisuri hanya sesekali salat dikamar tersebut ketika ada permohonan khusus.


KESULTANAN TERNATE
LAMBANG KESULTANAN TERNATE - BURUNG GOHEBA
Tidak hanya Mahkota Berambut, cerita sakral juga tersimpan dari Penjaga Kesultanan Ternate. Ada lima binatang penjaga Kesultanan yakni, ular, naga, macan, lipan, dan burung. Menurut cerita adat, kelima binatang ini selalu berkeliaran di sekeliling keraton hanya saja mereka dalam bentuk tidak kasat mata (gaib). Salah satu dari binatang penjaga ini dipilih sebagai lambang kesultanan yakni burung garuda berkepala dua yang artinya Kerajaan Moloku Kie Raha terbentuk pada 1322, sementara bentuk hati terbalik di dada burung bermakna bahwa Sultan Ternate harus selalu mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadinya. Lambang Kesultanan ini disebut 

Sumber Gambar : Google

3 komentar:

Anonim mengatakan...

goheba yang merupakan lambang kesultanan ternate sempat menjadi wacana perdebatan karena dianggap meniru bentuk lambang salah satu negara di Eropa barat.

Pri Himawan mengatakan...

Indonesia memang kayak dengan budaya. Tapi sayang, belum semua masyarakat kita tahu.. bagus infonya. Top ^^

Abdul Aziz mengatakan...

Lambang kerajaan ternate sama sekali tidak meniru lambang wilayah eropa maupun egara manapun

Posting Komentar